RRI dan BPS Provinsi Gorontalo mendorong pemahaman masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026. Kerja sama ini membuat informasi sensus lebih mudah dijangkau dan dipahami.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama berlangsung di Ruang Rapat, Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Jumat, 12 Juni 2026. Agenda ini menjadi langkah awal penguatan komunikasi publik tentang sensus ekonomi.
Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan. Kolaborasi tersebut juga membantu masyarakat memahami tujuan, proses, dan manfaat Sensus Ekonomi 2026.
Melalui RRI, informasi sensus dapat hadir dalam bahasa yang lebih sederhana. Masyarakat bisa mengetahui alasan pendataan tanpa harus membaca istilah statistik yang rumit.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, menilai penyebarluasan informasi menjadi bagian penting dalam sensus. Menurutnya, BPS perlu menggandeng media dengan jangkauan kuat.
“Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan dukungan informasi yang luas. RRI Gorontalo memiliki fasilitas yang memadai untuk menjangkau masyarakat,” kata Agus.
Bagi pelaku usaha, informasi yang jelas dapat membantu mereka memahami pentingnya pendataan. Data tersebut akan menjadi dasar pemetaan kondisi ekonomi di daerah.
Kepala LPP RRI Gorontalo, Abdul Haris Talamati, menyebut RRI kini hadir melalui banyak kanal. RRI tidak lagi hanya mengandalkan siaran radio.
RRI Gorontalo memiliki Programa 1, Programa 2, Programa 3, dan Programa 4. Setiap programa memiliki segmentasi pendengar yang berbeda.
Selain radio, RRI juga hadir melalui RRI News dan RRI Digital. RRI Gorontalo juga mengelola Facebook, TikTok, Instagram, dan YouTube yang terverifikasi.
“Ketika BPS datang ke RRI Gorontalo, maka BPS datang ke tujuh media sekaligus,” ujar Abdul Haris. Ia menilai kekuatan kanal itu dapat memperluas pesan sensus.
Kerja sama ini membuat informasi Sensus Ekonomi 2026 tidak berhenti di ruang instansi. Informasi dapat masuk ke siaran, platform digital, dan media sosial.
Abdul Haris juga menekankan pentingnya mengolah data statistik menjadi berita yang mudah dipahami. Menurutnya, data tetap harus akurat dan dekat dengan kebutuhan publik.
“Data statistik harus diterjemahkan menjadi informasi yang jelas. Masyarakat perlu memahami manfaat data itu dalam kehidupan ekonomi,” kata Abdul Haris.
BPS Provinsi Gorontalo juga mendorong BPS kabupaten dan kota memperkuat koordinasi lanjutan. Langkah itu penting agar informasi sensus tersebar lebih merata.
Kegiatan tersebut ditutup dengan foto bersama setelah penandatanganan kerja sama. Kolaborasi ini diharapkan membantu menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Gorontalo.